Cegah Penyebaran Covid-19, Amon Djobo Larang Kedatangan Kapal Pesiar MV Coral Adventure

Saat ini kapal pesiar tersebut yang membawa 47 penumpang dan 35 kru kapal masih berlabuh di perairan desa Tablolong. (Foto: Antara)

Kupang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor terus berupaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus pandemi Covid-19. Beberapa waktu lalu, Pemkab Alor bahkan melarang kedatangan kapal pesiar MV Coral Adventure untuk berlabuh,

Keputusan larangan ini dilakukan melalui surat resmi. Menurut keterangan, kapal ini sedang berlabuh di perairan Desa Tablolong, Kabupaten Kupang untuk berlabuh di kabupaten paling utara Pulau Timor itu.

Surat larangan berisi instruksi Bupati Alor yang ditujukan Kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalabahi, Alor.

“Dengan mempertimbangkan peta penyebaran virus corona per 26 Februari 2020, yang menunjukkan bahwa sudah ada 23 kasus virus corona di Australia, maka dalam rangka melindungi masyarakat Alor, saya menginstruksikan agar kapal itu dilarang berlabuh di perairan Alor,” jelas Bupati Alor, Amon Djobo.

Dalam surat itu, Bupati menginstruksikan agar KSOP kelas IV Kalabahi tidak melayani permohonan dari agen wisata PT. Sinar Samudra Selatan yang sebelumnya telah meminta izin agar kapal pesiar berbendera Australia itu berlabuh di perairan Alor setelah berwisata di perairan Kupang.

Larang Kapal Pesiar MV Coral Adventure untuk Berlabuh

Bupati meminta sejumlah instansi terkait juga turut memantau setiap keluar masuk orang atau barang. Dan jika ada yang menemukan atau mendapatkan ciri-ciri penderita virus corona harap bisa segera dilaporkan.

Saat ini kapal pesiar tersebut yang membawa 47 penumpang dan 35 kru kapal masih berlabuh di perairan desa Tablolong, usai dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh KKP Kupang, KSOP Kupang, Imigrasi serta Bea Cukai.

Kapal pesiar itu berencana akan berada di perairan Tablolong hingga pukul 16.00 wita waktu setempat, untuk menikmati keindahan alamat serta keindahan bawah laut di perairan itu.

Usai dari Kupang, kapal pesiar itu yang sebelumnya berlabuh di Maumere pada 17 Februari lalu belum diketahui akan kembali melanjutkan pelayarannya ke daerah mana, usai setelah ditolak di Alor.