Wisuda Saat Hamil Tua, Siti Hardiyanti: Hamil Adalah Motivasi, Bukan Tantangan

Yanti bersama sang suami. (Foto: Raspa Abdullah)

Kalabahi – Wisuda adalah salah satu momen bahagia yang dirasakan oleh mahasiswa tingkat akhir.  Itu juga yang dirasakan oleh 114 orang mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kalabahi yang diwisuda pada tanggal 30 November 2019, bertempat di Aula Hotel Nusa Kenari Kalabahi.

Kebahagiaan itu juga yang dirasakan oleh Siti Hardiyanti Rasang, yang diwisuda dalam kondisi kehamilannya berusia delapan bulan. Dalam kondisi kehamilan anaknya yang kedua ini, dibutuhkan kemampuan ekstra, baik lahir maupun batin.

“Saya sangat bahagia. Ketika sebagian orang merasa saya tidak mampu melewati proses ini karena kondisi kehamilan, ternyata saya bisa sampai pada tahap wisuda.  Saya sendiri merasa mampu untuk menjalani ini, makanya dengan niat dan bismillah untuk menjalaninya,” ujar mahasiswa yang akrab dipanggil Yanti.

Suaminya, Abdul Rafly Niwang, yang setia menemaninya pada saat perkuliahan hingga akhir pun tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. “Rasa bahagia dan juga sedih .  Karena semangatnya yang luar biasa untuk menyelesaikan proses ini telah membuahkan hasil,” ujar Rafli yang datang agak terlambat di acara wisuda istrinya.

Ketika ditanya, sebagai suami, mengapa tidak menganjurkan istrinya untuk fokus menjaga kehamilan daripada mengejar target wisuda, dia pun berkisah tentang sikap istrinya yang sedikit keras kepala.

“Dia bilang ini adalah kado terindah untuk orang tuanya, sebab dia pernah gagal kuliah yang pertama dan ini sedikitnya membuat perasaan orang tuanya sedih.  Jadi kali ini dia semangat untuk bisa buat orang tua bangga,” lanjut Rafli.

Tidak Mudah Menyerah

Dengan raut kegembiraannya yang amat sangat, Yanti pun bercerita tentang perjalanan panjangnya, terlebih ketika masa ujian proposal hingga ujian skripsi dengan kondisi kehamilannya yang semakin membesar.

Ia yang merasa pernah mengecewakan orang tua, kini terus berupaya membayar kekecewaan itu. Yanti berkisah, dulu pernah menempuh studi di Surabaya, namun tidak sampai selesai. “Semangat mereka untuk tidak menyerah itu yang menjadi motivasi saya untuk membalas kekecewaan mereka.  Dan Alhamdlillah hari ini mereka tersenyum bahagia,” ceritanya.

Kehamilan baginya bukan tantangan, melainkah anugerah. Anak yang saat ini tengah dikandungnya justru memberikan motivasi untuk tidak mudah menyerah. “Sekiranya ini jadi motivasi untuk tidak menyerah,” tambah Yanti yang menghadiri wisuda didampingi oleh kedua orang tuanya.

Tampak sedikit lelah, karena panas dan beban kandungannya, Yanti menuturkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses studinya. Ucapan terima kasih yang tak terhingga itu tentu pertama kali ditujukan kepada kedua orang tua, yang telah banyak berkorban dan berjuang, tidak hanya materi tapi juga dengan jiwa dan raga, hingga ia bisa mendapatkan gelar sarjana. Juga kepada suami yang terus setia mendampingi dan memberikan motivasi. Yanti berharap, hasil yang telah didapatkannya hari ini menjadi amalan jariyah bagi kedua orang tua.

“Dan mudah-mudahan bayi saya kelak menjadi orang yang kuat, sabar, dan tidak mudah putus asa, seperti saya ketika menghadapi ujian proposal dan skripsi,” pungkas Yanti. (Raspa Abdullah)