PLN Unit Induk Wilayah NTT Resmikan PLTS Komunal

General Manager PT PLN (Persero) UIW NTT memantau kondisi kelistrikan di NTT. (Foto: Instagram @pln_ntt)

Ternate, Alor- Bupati Alor, Amon Djobo menghadiri acara peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal. Kali ini, Bupati didampingi oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT Ignatius Rendroyoko beserta jajaran Management PLN UIW NTT.

Peresmian berlangsung di Desa Ternate, Pulau Ternate, Kecamatan Alor Barat, Kabupaten Alor. Tiga PLTS yang diresmikan tersebar di 3 Pulau di Kabupaten Alor yakni Pulau Ternate, Pulau Treweng, dan Pulau Tribur.

Dalam keterangannya, Rabu (11/12/2019), General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Ignatius Rendroyoko mengatakan bahwa PLN akan terus berupaya untuk meningkatkan pemerataan kelistrikan (rasio elektrifikasi) terutama daerah-daerah yang sulit dijangkau. Salah satunya, yakni peningkatan rasio elektrifikasi NTT hal ini dilakukan guna mendorong perekonomian dan kehidupan sosial di wilayah tersebut.

“Kami harap kedepannya bisa bersama sama dengan bapak Bupati untuk melistriki daerah – daerah yang belum berlistrik di Kabupaten Alor,” jelas dia.

Menurutnya lagi, di Pulau Ternate dibangun dengan kapasitas daya 280 kWp, PLTS di Pulau Treweng 110 kWp dan Pulau Tribur 250 kWp. Dengan adanya tiga PLTS ini dapat memfasilitasi kebutuhan listrik untuk 1.076 pelanggan baru.

“Semoga masyarakat di desa Ternate dapat memanfaatkan instalasi ini dengan baik supaya lebih produktif dan anak – anak bisa belajar dengan lebih baik di malam hari,” katanya.

Listrik untuk Pembangunan Ekonomi

Pembangunan listrik di Kabupaten Alor diharapkan mampu untuk menunjang pembangunan dibidang ekonomi, sosial dan pendidikan. Bupati Alor dalam hal ini mengatakan bahwa pembangunan listrik menjadi hal penting. Apalagi, Alor merupakan daerah kepulauan, dimana, salah satu satu pulau yang berpenghuni adalah Pulau Ternate dengan jumlah sekitar 1.000 penduduk.

“Luar biasa PLN telah memberikan listrik kepada seluruh masyarakat di Alor. Apa saja yang telah diberikan PLN harus kita jaga dan kita pelihara sehingga dapat dinikmati tidak hanya 1 atau 2 tahun tetapi secara terus menerus,” jelas Amon.

Peresmian 3 PLTS ini adalah salah satu wujud nyata PLN mengambil bagian dalam mendukung peningkatan infrastruktur kelistrikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

“Sekali lagi saya atas nama masyarakat dan pemerintah mengucapkan terima kasih kepada PLN karena telah memberikan perhatian kepada kami masyarakat di kepulauan terpencil ini, sehingga tempat ibadah sudah bisa menyala, rumah-rumah sudah bisa menyala dan tempat-tempat tenun sudah bisa menyala,” lanjut Amon.