Ditingkatkan Fungsinya, Pembangunan Pelabuhan Internasional Maritaing Dimulai Awal 2020

Pemerintah menargetkan pelabuhan internasional di Maritaing akan dibangun pada awal 2020. (Foto: Bappeda NTT)

Alor Timur – Pelabuhan Maritaing di Kabupaten Alor akan ditingkatkan fungsinya menjadi pelabuhan internasional. Pemerintah menargetkan pelabuhan internasional di Maritaing tersebut akan dibangun pada awal 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kepelabuhan Dinas Perhubungan NTT Mahadin Sibarani. “Untuk Pelabuhan Maritaing akan ditingkatkan fungsinya menjadi pelabuhan internasional. Prosesnya sedang dilakukan,” ujar Mahadin.

Dikatakannya, status Pelabuhan Maritaing selama ini merupakan pelabuhan pengumpul, yang berfungsi sebagai pintu gerbang. Hanya saja pemerintah ingin membangunnya secara utuh dengan sistem pelayanan aktivitas lintas batas Negara yang memadai.

Dari hasil rapat beberapa waktu lalu, Mahidin meneruskan, Badan Perbatasan Nasional merencanakan untuk membangun tapal batas, sedangkan pihak perhubungan yang membangun pelabuhannya. Setelah fungsi pelabuhan ditingkatkan menjadi pelabuhan internasional, maka pergerakan orang dan barang antarnegara sudah bisa melalui pelabuhan tersebut.

Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Robert Simbolon mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan pembangunan tersebut. Menurutnya, rencana pembangunan mulai dipersiapkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo atas aspirasi dari Pemprov NTT.

“Kami akan menyiapkan masterplan yang menyeluruh terkait infrastruktur pendukung pelabuhan maupun sarana dan prasarana pelayanan sosial dasar di kawasan itu,” tutur Robert.

Warga Hibahkan 10 Hektare untuk Pelabuhan

Warga Desa Maritaing di Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor telah menghibahkan lahan seluas 10 hektare untuk rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Maritaing, di daerah yang berbatasan wilayah laut dengan Negara Timor Leste itu.

Kepala Bidang Perbatasan Antarnegara BNPP NTT Clementino C. Branco mengatakan, masyarakat setempat sangat mengharapkan agar pembangunan pelabuhan internasional itu bisa secepatnya dilakukan atau paling lambat mulai 2020 akrena mereka sudah menghibahkan lahan.

Dijelaskannya, dari sisi kelengkapan administrasi seperti dokumen tata ruang pelabuhan tersebut juga sudah disiapkan pemerintah kabupaten setempat. “Sehingga diharapkan diterbitkan Instruksi Presiden tentang percepatan pelabuhan pembangunan internasional ini,” terangnya.

Clementino menambahkan, setelah Inpres diterbitkan, akan diteruskan pada pengurusan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Terkait pembangunan tersebut, lanjutnya, sudah ada pembicaraan bersama antara pemerintah provinsi dengan Pemerintah Timor Leste tentang rencana pembukaan rute Maritaing-Dili.