SSB Cijantung 7 Juarai Dispora Cup U12 Kabupaten Alor

SEPAK BOLA USIA DINI: Punggawa Cijantung 7 mengekspresikan kebahagiaan setelah menjadi juara, (Foto: Muhammad Zubair Fakro).

Kalabahi, ALORDAILY** SSB Cijantung 7 akhirnya menjuarai turnamen sepak bola antar Sekolah Sepak Bola Dispora Cup U12 Kabupaten Alor tahun 2017 setelah di partai puncak mengalahkan SSB Lisa Jaya lewat drama uji tendangan penalty, Selasa (31/01/2017).

Turnamen yang di digulir sejak tanggal 25 januari dengan peserta 26 tim dari SSB sekota Kalabahi dan sekitarnya itu di tutup dengan resmi oleh Dandim 1622 Alor Letkol Inf Daniel Budi Marwanto, SE sekaligus menyerahkan piala juara kepada SSB Cijantung 7 sebagai sang juara.

Dalam sambutannya beliau memuji potensi anak usia muda di Alor sehingga pemerintah bisa memberi sarana memadai agar nantinya potensi anak – anak usia muda daerah ini bisa memberikan kontribusi kepada kabupaten, provinsi dan nasional, beliau berharap seluruh pemain, SSB terus berlatih mempersiapkan diri menghadapi turnamen – turnamen berikutnya.

“Tim ini sebelumnya kami tetgetkan cukup lolos 4 besar saja sudah luar biasa, ini diluar dugaan bisa masuk final, partai final ini sebenarnya Lisa Jaya lebih unggul ketahanan fisik, skil indifidu pemain – pemainnya yang merata, kolektivitas permainan kami tidak bisa berjalan, namun kami sangat bersyukur dewi fortuna lebih memilih kami sebagai juara”, ujar Absar Likur, pelatih SSB Cijantung 7.

SSB Cijantung 7 merupakan SSB Ponpes Cijantung 7 Kalabahi di Desa Motongbang yang fokus pada pembinaan sepak bola usia muda, dan event ini merupakan partisipasi yang kedua kalinya meramaikan turnamen sepak bola usia muda di kalabahi.

Sebelumnya turut meramaikan Danon Cup U12 tahun 2016 yang saat itu prestasinya berada di juru kunci pada penyisihan group, sehingga dengan prestasi yang di raih ini menempatkan Ponpes Cijantung 7 sebaga satu – satunya Pondok Pasantren di Kabupaten Alor yang tidak saja fokus pada pembinaan bidang religi tapi juga bidang seni dan olah raga.

Partai Final

Partai puncak yang di guyur hujan itu disaksikan ratusan pasang mata masyarakat Kalabahi berjalan sengit dan menegangkan, Lisa Jaya yang turun dengan kostum merah – merah bis hitam sudah mengambil inisiatif menyerang sejak menit – menit awal dengan mengancam gawang Cijantung 7 (C7 A), namun baru berjalan 4 menit waktu normal C7 A yang menggunakan kostum orange bis hitam berhasil mencetak gol lewat tendangan bebas yang akurat.

Setelah ketinggalan satu gol, pelatih Lisa Jaya Jimi Padakama yang tidak mau tim nya dipermalukan menginstruksikan anak asuhnya untuk meningkatkan agtesifitas dan berani menguasai bola sehingga dengan keunggulan daya tahan dan fisik yang lebih perima anak – anak welae itu semakin merepotkan pertahanan C7 A, walau demikian peluang peluangnya belum bisa di maksimalkan menjadi gol.

Bukan tanpa perlawanan, walau permainan kolektivnya tidak berjalan baik C7 A yang mengandalkan 2 penyerang nya yang punya skil cukup baik, selalu membahayakan gawang Lisa Jaya, namun peluang – peluangnya selalu saja gagal berbuah gol, akhirnya lewat sebuah serangan cepat Lisa Jaya, memanfaatkan aksi individu pemainnya dari sisi kiri pertahanan C7 A, kemudian mengirim umpan lambung ke mulut gawang dan berhasil di manfaatkan menjadi gol oleh penyerangnya yang berdiri bebas setelah berhasil meloloskan diri dari kawalan pemain belakang C7 A.

Skor pun berubah imbang 1-1, permainan pun semakin seru dan lebih menegangkan, kedua pelatih dari masing – masing tim semakin ribut meneriaki anak asuhnya, saling serang dan bergantian menciptakan peluang membuat suasana Stadion Mini kalabahi yang di guyur hujan itu semakin ramai, Lisa Jaya yang mengandalkan skil individu dan ketahanan fisik pemainnya menguasai permainan, namun dengan bermainan kolektiv dan fokus, anak – anak C7 A berhasil mengimbangi, sampai usai 20 menit waktu normal, kedua tim tidak dapat menambah keunggulan sehingga sesuai aturan yang di sepakati, pertandingan di lanjutkan dengan uji tendangan penalty.

Uji Penalty

Uji tendangan penalty memang selalu menampilkan kisah dramatis, berawal dari penendang pertam C7 yang melambung jauh di atas mistar gawang yang di ikuti penendang pertama Lisa Jaya yang membentur mistar, penendang ke 2 C7 masuk sedangkan Lisa Jaya gagal, penendang ke 3 C7 gagal sebaliknya Lisa Jaya sukses, penendang ke 4 C7 di tepis sedangkan Lisa Jaya berhasil di tangkap, tendangan ke 5 C7 kembali melambung di atas mistar sedangkan Lisa Jaya jauh menyamping ke sisi kanan gawang.

Skor masih imbang 1-1, sehingga di lanjutkan 1 penendang yang mana masing masing tim berhasil mengeksikusi dengan baik, skor pun tetap imbang 2-2, sehingga dilanjutkan satu penendang lagi yang menentukan dan akhirnya penendang C7 sukses sedangkan tendangan pemain Lisa Jaya digagalkan tiang gawang, pendukung C7 yang berhamburan ke tengah lapangan mengekspresikan kemenangan.