STKIP Muhammadiyah Kalabahi Gandeng Peace Generation dan IMM dalam Bakti Sosial di Pancoran

INDAH DALAM PERBEDAAN: Para mahasiswa bersam warga gotong royong saat Baksos, (Foto: PeaceGen Indonesia AOP Aor).

Alor Barat Daya, ALORDAILY** Rombongan Mahasiswa STKIP antusias mengambil bagian dalam Kegiatan Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh STKIP Muhammadiyah Kalabahi bekerja sama dengan Peace Generation Indonesia dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Alor, Minggu (29/01/2017).

Kegiatan yang mengambil tema Berbuat dan Berbagi Menebar Kedamaian itu
Fokus di daerah yang berlokasi di kampung Pancoran, Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD) yang berjarak kurang lebih 20 KM dari Kota Kalabahi.

Dengan sedikit bantuan yang dibawa, para mahasiswa yang terdiri dari  basodara islam dan kristen itu terlibat langsung dalam membantu pekerjaan pembangunan ruang belajar Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Al-Ishlah Pancoran Desa Wolwal Tengah.

Hal yang menarik adalah, walaupun kegiatan bakti sosial tersebut adalah membangun tempat untuk belajar al-Quran (kitab suci umat islam), tapi mahasiswa yang tidak beragama Muslim pun melibatkan diri. Indah dalam Perbedaan menjadi semangat yang mendasari dalam kegiatan bakti sosial ini.

“Ketika sebagian orang diluar sana sibuk dengan menjadikan perbedaan agama sebagai akar kionflik, kami ingin menyampaikan bahwa di sini kami tetap hidup aman dan damai dalam perbedaan itu”. Demikian yang disampaikan Raspa Abdullah sebagai Agen of Peace (AOP) Alor dari Peace Generation Indonesia di selah – selah kegiatan.

Ia yang juga sebagai BAK STKIP Muhammadiyah Kalabahi itu melanjutkan “Banyak pesan moral yang ingin dimunculkan dalam kegiatan ini, semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua terutama para pemuda negeri ini”.

Hujan yang mengguyur Alor dari pagi hari tidak sedikitpun menyurutkan semangat para mahasiswa, jarak tempuh menuju lokasi kegiatan yang jauh tetap dinikmati sebagai sebuah perjalanan rekreasi, pekerjaan yang dilakukan pun tetap penuh dalam kegembiraan, para mahasiswa punya penilaian tersendiri dalam kegiatan ini, yang pasti mereka menikmati suasana yang penuh perbedaan ini, mereka pulang dengan membawa pesan-pesan sendiri, yang tentunya akan menjadi kenangan tersendiri dalam hidup mereka masing-masing.

Salah seorang mahasiswa Kristen, Oktovina Mang menyampaikan kesannya “Lewat kegiatan ini kita bisa mengembangkan sistem kebersamaan. Walaupun kegiatan ini berlangsung di masjid, tapi kami yang beragama Non Muslim pun merasa ada sebuah gerakan hati untuk membantu, kegiatan ini bukan berlandaskan agama, tapi semua kebaikan harus dilaksanakan oleh semua pemeluk agama baik Islam maupun Kristen, harapan saya setelah kegiatan ini semua mahasiswa punya semangat yang besar dalam berbuat kebaikan, termasuk di dalamnya kegiatan di tempat-tempat ibadah lainnya”.

Hal senada juga disampaikan Rivanti Basyir, salah seorang Mahasiwa Muslim, “Kebersamaan kita dalam membangun tempat-tempat ibadah dengan tidak membeda-bedakan antara agama yang satu dengan yang lain, membuktikan bahwa kebersamaan yang kita bangun merupakan salah satu bukti bahwa perbedaan agama bukan suatu alasan untuk kita saling bermusuh-musuhan”.

Bakti sosial yang penuh kebersamaan itu diakhiri dengan makan dan foto bersama yang semuanya juga tetap dibalut dengan keindahan dalam perbedaan.