Salima Tahir, Raih Juara Tiga Lomba Pidato Tingkat Nasional Pospenas Banten

MEDALI: Salima Tahir (kanan) terharu saat menerima piala, (Foto milik pribadi).
MEDALI: Salima Tahir (kanan) terharu saat menerima piala, (Foto milik pribadi).

Teluk Mutiara, ALOR DAILY** Mampu memberikan penampilan terbaik dan memikat hati dewan juri di babak penyisihan lomba pidato bahasa indonesia Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren tingkat Nasional (23/10/2016), Salima Tahir akhirnya cukup puas dengan meraih medali perunggu.

Santri Pondok Pesantren Cijantung 7 Kalabahi itu menangis tersedu-sedu saat pembacaan juara oleh panitia, walaupun hanya juara tiga tapi merupakan prestasi yang sangat membanggakan baginya.

Siswi yang sekarang duduk di bangku kelas IX MTs Negeri Kalabahi itu mampu bersaing dengan peserta dari provinsi lain yang notabene lebih matang dari usia dan pengalaman, namun fisik nya yang kecil mungil tidak mengecilkan mental dan kemampuannya.

“Prestasi ini bukan gampang di peroleh, karena dia harus berusaha lebih keras untuk menguasai materi dan retorika, karena sejak pospeda alor merupakan even pertama yang dia ikut”, aku Ust. Mukhtar Likur pembina pidato sekaligus Pimpinan Pondok Cijantung 7 Kalabahi.

Ust. Mukhtar menanbahkan, “dia pantas mendapat juara tiga, sikapnya yang sopan dan akhlaknya yang sangat baik dan hatinya yang bersih membuat banyak guru-guru di sekolah dan pondok menaruh simpatik dan mendoakan dia saat ia tampil, itu modal dia sampai di final ini”.

Dengan perolehan ini, Salima juga menyumbangkan satu medali dari dua perolehan medali perunggu untuk kontingen NTT bersama cabag sepak takraw, sehingga mencatat nama NTT dalam urutan perolehan medali pada event ini.

PENGHARGAAN: Peserta finalis perpose bersama dewan hakim usai penyerahan piala, (Foto milik pribadi).

Profil Salima

Purti ke empat dari enam bersaudara dari pasangan Bpk. Mustamil Tahir dan Ibu Hajariah Ibrahim itu lahir di kota Kalabahi 29 oktober 2002.

Santi yang tenang dan pemalu itu aktif belajar di pondok sejak tahun 2014 saat duduk di bangku kelas VII MTs Negeri Kalabahi, namun fokus pada pembinaan pidato mulai tahun 2016 saat seleksi syarhil qur’an untuk MTQ.

Selain Pidato salima juga sebelumnya rutin mengikuti pembinaan tilawatil qur’an di Pondok Cijantung 7, namun prestasinya di tilawah tidak terlalu beruntung lantaran persaingan di pondok yang menjadi pencetak qori’ qori’ah terbaik di alor bahkan NTT itu sangat ketat.

Selain kemampuan tilawatil qur’an dan pidato yang terus di asah di pondok, saat ini Salima juga mulai mengasah bakatnya di Khot Al-Qur’an (Kaligrafi Islam) ntuk persiapan MTQ tahun 2018 nanti.