Potensial, Pemkab Alor Kembangkan 2100 Anakan Mangga Alor Grafting

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Alor, Mahdi Goro (berdiri), dalam sebuah Bimbingan Teknis. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Alor, Mahdi Goro (berdiri), dalam sebuah Bimbingan Teknis. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Teluk Mutiara, ALOR DAILY ** Dinilai potensial secara ekonomis, Pemerintah Kabupaten Alor kini tengah menggalakkan budidaya Mangga Alor, atau lazim disebut Mangga Kelapa. Pada Oktober 2008, mangga kelapa asal Pulau Seribu Moko, julukan Pulau Alor, resmi ditetapkan sebagai salah satu varietas unggul lokal.

Pada 2016, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Alor melalui Bidang Hortikultura melakukan pengembangan Mangga Alor Grafting di beberapa titik sebanyak 2.100 anakan yang menyebar di beberapa Kelompok Tani. Selain itu, dilakukan penanaman anakan dari biji mangga di pekarangan beberapa Desa sasaran.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Alor, Mahdi Goro, Selasa (15/11/2016), di kantornya.

“Mangga Kelapa alias Mangga Alor bentuknya bulat besar dengan bobot mencapai 800 gram per buah. Bobot mangga lokal yang jadi pesaing hanya 400 gram per buah. Rasa buah saat mengkal dan matang manis. Daging buah mengkal berwarna kuning keputihan lalu berubah kuning jingga saat matang. Warga Alor mengenal mangga itu dengan sebutan Mangga Kelapa, karena besar seperti kelapa,” terangnya.

Mangga kelapa, sambungnya, berbeda dengan mangga kelapa yang banyak ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatera. Walau sama-sama berukuran jumbo, Mangga Alor lebih enak disantap ketika mengkal. Rasanya manis, gurih, dan renyah, sehingga tergolong Manenda (Mangga Panen Muda).

“Buah matang tetap manis, tapi terlalu lembek dan berserat, sehingga lebih cocok dijus atau dibuat sirup. Sedangkan jenis mangga kelapa lain hanya enak dikonsumsi ketika buah benar-benar matang. Buah mengkalnya, asam,” ucap alumnus Universitas Bandung Raya tersebut.

Riset Universitas Nusa Cendana menunjukkan, Mangga Kelapa Pulau Alor kaya vitamin C. Setiap 100 gram daging buah mengandung 31,91 miligram vitamin C. Artinya, cukup dengan menyantap 200 gram atau seperempat buah Mangga Alor, kebutuhan asupan vitamin C untuk laki-laki dan perempuan dewasa sebanyak 60 miligram per hari dapat terpenuhi.

“Pantas mangga ini pun menjadi idola. Bila musim berbuah tiba, Mangifera indica itu jadi incaran para wisatawan dan pejabat yang berkunjung ke Kabupaten Alor. Rasanya yang manis dan ukuran superbesar membuat mangga itu menjadi oleh-oleh khas Alor yang paling digemari,” ungkap Mahdi.

Sejak 1923

Mahdi mengungkapkan, menurut para tetua, Mangga Alor telah dibudidayakan sejak 1923. Daerah yang pertama kali mengembangkan mangga alor adalah Desa Otvai, Kecamatan Alor Barat Laut.

Mangga ini tersebar di beberapa lokasi, seperti Kecamatan Kabola, Teluk Mutiara, Alor Barat Daya, dan Alor Barat Laut. Pohon mangga tumbuh di halaman rumah penduduk. Rata-rata di pekarangan rumah terdapat 2-3 pohon mangga alor dengan rata-rata produksi setiap musim panen 100-200 buah per pohon.

“Mangga Alor asal perbanyakan biji mulai berbuah pada umur 5-6 tahun, sedangkan bibit asal sambung pucuk berbuah umur 3-4 tahun. Buah matang ditandai dengan warna kulit hijau tua dengan semburat merah. Ketika musim berbuah tiba, Mangga Alor menjadi salah satu sumber pendapatan warga,” pungkasnya.