Menang 2-0 Akademi Alor United U-17 Menuju Final

pasukan Alor United saat tergabung dalam Persap U-17(1)
TENANG: Pasukan Alor United saat tergabung dalam Persap U-17. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Kupang, ALORDAILY** Taklukan Soe Uni Papua 2-0, Selasa (01/12/2015) di semi final Liga Pelajar Piala Menpora U-17 zona NTT, Akademi Alor United tidak terhenti ke final.

Bermain si Stadion Oepoi Kupang, kedua tim bermain agresif karena sama-sama mengincar satu tiket ke partai final, namun demikian anak-anak Alor United lebih cepat curi star, memanfaatkan kelengahan pemain-pemain Soe Uni Papua yang lambat panas.

Sejak menit awal babak pertama anak-anak Alor sudah menekan pertahanan Soe Uni Papua dan lebih menguasai permainan, sampai pada menit ke 18 memanfaatkan sepak pojok Alwi Jawa, Penyerang asal Gaza Moru, Petu Gilaa mencatat namanya di papan skore dengan tendangan volley nya membobol gawang Soe Uni Papua, skor pun berubah 1-0 untuk anak-anak Alor.

Seolah tidak puas, Anak-anak nusa kenari terus melancarkan serangan mengejar gol, tepat di menit ke 22 Mat Maine penyerang asal Alor Kecil yang di percaya turun sebagai starter pada laga ini membuktikan kualitasnya dengan mencetak gol memanfaatkan umpan matang dari Edi Laata yang tampil sangat bringas, skor kembali berubah 2-0.

“Babak pertama benar-benar dimanfaatkan dengan baik, menyerang sejak detik awal adalah kunci kemengangan tim ini”, tutur pelatih Akademi Alor United U-17, Alexmin Andro Atapeni kepada Alor Daily setelah pertandingan.

Setelah turun minum, andro memutuskan merubah tataktik dengan memasukan Jumadi Subang yang biasa beroperasi di pertahanan Alor United menggantikan Mat Meine, sehingga taktik pun berubah bertahan dan mengamankan kemenangan.

Soe Uni Papua yang baru panas di babak kedua ini, mengambil alih permainan dan menekan habis-habisan pertahanan Alor United yang lebih bertahan, namun serangan-serangan anak-anak soe yang bertubi-tubi itu belum bisa membongkar pertahanan Alor United yang di komandoi oleh Barce, hingga akhir babak kedua skor 2-0 tetap tidak berubah untuk keunggulan anak-anak kota kusambi.