Tidak Hanya Sembako Korban Gempa Di Alor Timur Butuh Tenda

Kondisi rumah warga setelah gempa
BENCANA: Kondisi rumah warga setelah gempa. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Alor Timur, ALORDAILY** Terjadinya Gempa di wilayah Alor Timur hingga kini masih meninggalkan bekas yang mendalam, sisa-sisa puing bangunan masih berhamburan belum di bereskan, tenda-tenda seadanya jadi hunian, aktivitas masyarakat belum kembalih pulih, itulah pemandangan 3 desa yang mengalami kerusakan terparah.

Warga tetap waspada walau sudah 4 hari berlalu, setelah di guncang gempa yang menyebebkan banyak kerusakan, tercatat gempa yang berkekuatan 6,5 skala richter itu, rabu (4/11/2015) mengakibatkan ribuan rumah warga rusak berat.

Menurut laporan yang kami dapat dari posko bencana dari surfei langsung di lokasi, tercatat selain rumah warga puluhan fasilitas public seperti gereja, sekolah, kantor desa, kantor koperasi dan pusat perbelanjaan mengalami kerusakan walaupun berbeda-beda tingkatan kerusakannya, bahkan ruas jalan yang menjadi akses ke lokasi utama titik gempa terputus akibat longsor, sehingga harus extra hati-hati untuk melewatinya.

Walaupun dalam musibah ini tidak ada korban jiwa dan kondisi bencana yang tidak fantastis namun keadaan seperti ini cukup menyita perhatian dan simpati banyak pihak di Kabupaten Alor, tidak saja pemerintah yang sangat berperan, berbagai elemen turut ambil bagian berpartisipasi menyalurkan bantua ke lokasi.

Dari pantauan yang kami lihat di lapanga, warga korban bencana tidak saja membutuhkan bantuan sembako, tapi yang tak paling adalah tarpal (tenda) kareana rata-rata mereka hanya bernaung dengan tendah seadanya dari perabot rumah yang ada, bahkan kami sempat di cegat beberapa warga di jalan untuk menanyakan tarpal saat sebelum kami mencapai posko utama.

Kondisi warga dengan tenda sederhana
GEMPA: Kondisi warga dengan tenda seadanya. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

“Kami sangat butuh tarpal, karena banyak rumah nya roboh, apalagi sekarang sudah dekan musim hujan, bantuan terpal yang datang baru hanya di utamakan untuk fasilitas umum seperti gereja, kalau bisa kami di kasi bantuan bangunan rumah, ungkap om Luter, salah seorang warga korban gempa kepada Alor Daily.

Setelah 4 hari ini kondisi sudah dapat terkendali, warga ada yang sudah beraktivitas namun hanya di sekitar kampung saja, belum berani ke kebun yang letaknya di gunung-gunung, rasa takut dan trauma masih tergambar di raut wajah penduduk, apalagi warga yang saat ini tidak memiliki tempat tinggal yang sudah rata dengan tanah.

Om Luter menambahkan, kami belum berani ke kebun atau berburu, warga takut ada gempa lagi, jadi kami hanya berdiam dalam kampung saja, kami sangat bersyukur karena ada yang menyalurkan bantuan kepada kami sehingga beban kami jadi sedikit ringan.