Polsek Daera Pinggiran Alor Rogoh Kocek Peribadi Berangkatkan Tim Sepak Bola ke Ajang Nasional

akademi di takpala
TOTALITAS: Bersama pemaiin Akademi Alor United berpose dengan tokoh adat takpala. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Kalabahi, ALORDAILY** Keberangkatan Tim Akademi Sepak Bola Alor United ke ajang Liga Pelajar Piala Menpora tingkat nasional di Jakarta menjadi ajang pembuktian Mahdi Dejan Ibrahim atas apresiasi dan totalitasnya dalam mengurus pembinaan sepak bola khususnya di Kabupaten Alor.

Dejan (biasa ia di sapa) harus merogo kocek pribadinya untuk memberangkatkan pemain dan official timnya ke Jakarta, walaupun dengan keterbatasan ia tetap yakin pasti ada jalan, tanpa memikir panjang Kapolsek di daerah pinggiran Alor ini mengambil keputusan yang sangat berani.

Tindakan nekatnya itu lantaran tidak sama sekali mendapat bantuan dana dari pemerintah daerah yang juga dalam keadaan berduka, situasi yang kurang kondusif akibat gempa yang melanda sebagian wilayah alor itu memaksa pemerintah memfokuskan perhatiannya ke lokasi bencana terutama dana.

“yang penting kita jalan dulu, ini merupakan mimpi anak-anak, masa kita sudah juara di provinsi dan dapat jatah main di gelora terus hanya karena masalah seperti ini kita batal, biar saya yang korban, mimpi anak-anak harus terwujud, kita harus ke GBK bagaimanapun caranya”, ujar Dejan kepada kami saat memandu latihan di stadion mini kalabahi beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan, kami sudah mengedarkan proposal untuk mencari dana, namun yang kami peroleh maish jauh dari target, bahkan keluhnya banyak barang di rumah yang sudah di gadai akan tetapi belum memastikan kondisi yang aman walau demikian Ia tetap optimis dan tidak putus asa.

“mungkin orang menilai saya gila, yang penting anak-anak berbakat di alor ini bisa di lihat pemandu bakat di ibu kota, sukur-sukur kalo ada yang terpilih ke timnas, akibat buruknya biar nanti saja setelah pulang dari nasional, orang juga tidak tertutup hatinya, pasti ada yang mau bantu” yakin bapak berumur 40 tahun ini.

Namun demikian Dejan tetap mengharap ada yang tidak tertutup matanya dan mau membatu tim ini, setidaknya dapat meringankan beban nya, lantaran tim ini walaupun berlabel SSB miliknya, keikutsertaanya tetap membawa nama daerah baik Nusa Tenggara Timur terutama lagi Kabupaten Alor.

Mahdi Dejan Ibrahim

Gambaran buruk biasa muncul di pikiran orang jika mendengan namanya, hal ini lantaran belum mengenal peribadi yang kelihata garang di wajah namun sangat perasa di hati, sebagai seorang Kapolsek di wilayah hukum kecamatan Alor Timur Utara beliau dikenal tegas menerapkan hukum, terbukti kekacauan yang biasanya terjadi di wilayah hukumnya dapat terkendali.

Mahdi Dejan Ibrahim
APRESIASI: Mahdi Dejan Ibrahim, saat mengarahkan pemain. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Semenjak bertugas di Alor, selain aktifitasnya di kepolisian beliau juga aktif mengurus sepak bola tercatat biliau sebagai Pembina sepak bola ATU, Lembur dan Kabola juga sebagai perintis berdirinya Akademi Sepak Bola Alor United.

Prestasi yang sudah di raih adalah juara piala suratin U-17 NTT tahun 2015 dan pelatih terbaik Bali United Cristal Pos Kupang Cup yang di selenggarakan di kupang oktober lalu, yang pada event itu beliau berhasil membawa Persap U-17 meraih juara ke-3.

One thought on “Polsek Daera Pinggiran Alor Rogoh Kocek Peribadi Berangkatkan Tim Sepak Bola ke Ajang Nasional

  1. elly losaName (required)

    - Edit

    Tks buat pak kapolsek….ternyata ada pak polisi yg disela2 kesibukan, tetap memperhatikan geliat sepak bola…sangat disesalkan, sekiranya tidak mendapat bantuan dari pemda, tapi apa dana tanggap darurat di gabung dengan dana dana yg lain, dalam hal ini dana untuk penge$bangan generasi muda seperti ini, kami hanya berdoa dan berharap, ini membawa keberhasilan, dan mata dunia melihat, ada pemain dunia yg tersembunyi debalang selat ombay….jayalah sepak bola Alor, bapak sekeluarga diberkati Tuhan

Comments are closed.