Perjalanan Anak-Anak Alor United di Menpora Cup Nasional Jakarta

vs jambi 1
KERJA KERAS: Akademi Alor United (hitam) saat laga penentuan dengan jambi (biru). (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Jakarta, ALORDAILY** Akademi Alor United melalui pelatih kepala Mahdi Ibrahim menargetkan bisa lolos ke putraran kedua, walau masih sedikit ragu karena melihat kualitas pemain-pemain asal Jawa dan Sumatra yang di atas rata-rata, namun dengan motivasi tingga dan kerja keras serta bermain ngotot modal tim ini bisa berbicara di kacah nasional.

Walau bermain seri di partai perdana dan kalah di laga kedua, akhirnya berhasil lolos ke putaran berikut dengan satu kemenangan di partai terakhir, dan berhasil menembus delapan besar sekaligus membuat cerita baru, berikut alur perjalanannya.

Pembukaan oleh Menpora Imam Nahrawi

Kick off Liga Pelajar Piala Menpora 2015 di Gelora Bung Karno berjalan meriah, sabtu (14/11/2015), di awali dengan defile atlet peserta dari 24 provinsi yang di pimpin oleh marching band SMA Kartika Bintaro, kemudian penampilan mengagumkan dari atlet-atlet 4 cabang olah raga ( pencak silat, sepak bola, senam, dan taekwondo ) dari SKO Ragunan.

Selain kemeriahan itu acara pembukaan yang di pandu oleh komentator olah raga Bung Riko Ceper semakin menghibur di tambah lagi pertandingan eksebisi antara Kemenpora All Star vs Tim gabungan wartawan olahraga.

Tim Kemenpora menurunkan pemain-pemain nasional tempo doelo seperti Ricky Jacobi, Rully Neere, Roci Putirai, Donny Latuperissa dan juga artis sinetron dan tentunya Menpora Imam Nahrawi yang pada pertandingan itu mencetak satu gol.

Menpora Imam Nahrawi
CENDERA MATA: Menpora Imam Nahrawi berjabat tangan dengan Asisten Pelatih Alor United NTT, Muhlis Lapetonung. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Kafila NTT yang di pimpin oleh head coach Akademi Sepak Bola Alor United Mahdi Ibrahim ikut ambil bagian dalam defile, dengan memikul nama daerah dengan tujuan memperkenalkan NTT khususnya Alor pasukan muda Alor United membawa spanduk yang bertuliskan “Taramiti Tomi Nuku, Kuli Mati-Mati Haki Tifang Levo Tana, Akademi Sepak Bola Alor United.

Sebagai apresiasi dan antusias masyarakat Alor saat defile itu memberikan cendra mata berupa selempang khas NTT yang di kalungkan langsung oleh asisten pelatih Muhlis Lapetonung kepada Menpora Imam Nahrawi saat iring-iringan rombongan NTT melewati podium kehormatan yang di saksikan oleh para deputi dan asisten deputi berserta seluruh hadirin.

NTT vs Kalimantan Barat

Berada di grup E bersama Bali, Jambi dan Kalbar partai perdana anak-anak alor berjalan seru, berhadapan dengan juara Kalimantan Barat di Stadion Gelora Bung Karno, sabtu petang (14/11/2015) menampilkan permainan terbuka antara kedua tim, saling serang dan menciptakan peluang mempuat pendukung kedua tim jantungan, ungul lebih dulu Kalbar memanfaatkan tendangan dari luar kotak penalty yang tidak dapat di halau dengan sempurna oleh Hamdan Beleng (penjaga gawan Alor United).

vs kalbar
GBK: Laga perdana NTT vs Kalimantan Barat. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Kalbar kemudian di untungi dengan penalty atas pelanggaran pemain belakan NTT di kotak terlarang, namun kali ini Hamdan berhasil membayar kesalahan nya dengan memblok tendangan penalty itu.

NTT akhirnya berhasil mencetak gol memanfaatkan umpan silang dari di sisi kanan pertahanan Kalbar hasil kerja sama Yusril Mahmud dan Nanag Muslimin yang tidak dapat di halau dengan baik oleh pemain belakang Kalbar sehingga bola sundulan itu justru masuk kegawang sendiri.

NTT kemudian mengungguli Kalbar , kembali dari sector kanan pertahanan Kalbar memanfaatkan kecepatan Nanang yang menusuk ke jantung pertahanan dan memberikan asis matang kepada Mikael Lakabui dan mengarahkan bola ke gawang yang sudah kosong.

Kemenangan NTT sirna setelah di waktu injuri time yang tinggal 30 detik lagi dapat di manfaatkan anak-anak Kalbar memanfaatkan out posision penjaga gawang saat membaca tendangan pojok sehingga bola yang sempat di halau itu tetap jatuh dalam gawang hamdan, skor imbang 2-2 mengawali langkah NTT.

NTT vs Bali

Partai kedua, minggu pagi (15/11/2015) anak-anak NTT yang masih kelelahan akibat fisik yang di forsis berlebih saat laga perdana itu menghadapi Bali di Sadion Lapda Prakasa Nirwikara kompleks lanut halim perdana kusuma tidak menemukan permainan terbaik mereka, banyak salah kurang disiplin dan terlihat lebih keras.

vs bali1
MOTIVASI: Pemain NTT, Nahzulhaq (merah) saat di gempur tiga pemain Bali. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Mikael Lakabui harus di tarik keluar akibat cedera salah urat di sekitar lutut dan paha, disusul yusril mahmud yang harus di ganti karena cedera hidung sehingga berkurang daya gedor dan perhanan NTT, dengan kondisi yang tidak prima dan koordinasi tim yang pincang Bali berhasil memanfaatkan dengan menakluk NTT 3-0.

“Anak-anak terlalu lelah, mungkin karena kemarin mereka sangat gembira bermain di GBK sehingga seluruh kemampuan mereka forsir, kami juga terlambat membaca kondisi turnamen yang padat”, ujar Mahdi Ibrahim usai di kalahkan bali di stadion Labda.

NTT vs Jambi

Walaupun kalah dari Bali NTT masih punya peluang, kuncinya menang dengan Jambi yang pada laga sebelumnya ungguli Kalbar 1-0, jajaran pelatih harus ekstra memotivasi anak-anak untuk lebih semangat dan harus usaha yang lebih keras untuk meraih impian.

vs jambi
NGOTOT: Ke 16 besar, saat Ruslan Mbale Asa menjebol gawang Jambi. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Masih di stadion yang sama minggu sore (15/11/2015) menghadapi Jambi, anak-anak NTT yang di motori putra-putra nusa kenari itu benar-benar tampil luar biasa, dengan semangat juang tinggi, presur ketat dan ngotot adalah modal mereka mencuri gol, karena Jambi yang lebih pd hanya butuh seri untuk melaju ke 16 besar.

Akhirnya di pertengahan babak ke 2 setelah melakukan usaha yang cukup keras gol yang di tunggu-tungu pun tercipta, pintu ke 16 besar pun terbuka, gol kemenangan itu di cetak oleh Ruslan Mbale Asa, putra Alor asal Kabir. NTT pun melaju ke putaran berikut dengan bangga karena berhasil lolos penyisihan grup sesuai target.

NTT vs Aceh

Menghadapi calon juara yang di unggulkan, senin pagi (16/11/2015) Aceh bersama DKI Jakarta, Papua dan Jawa Barat anak-anak NTT tidak gentar, setelah berhasil menggapai target, anak-anak bermain lepas dan PD, Aceh dengan permainan kolektifnya di buat frustasi menembus pertahnan NTT yang di komandoi oleh Kapten Kadarisman Sogo.

vs aceh
PERCAYA DIRI: Anak-anak NTT saat laga vs Aceh. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Bermain di Stadion Ciracas Jakaarta Timur, semua peluang yang di miliki Aceh dapat di atasi dengan mudah oleh Hamdan Beleng, sebaliknya 3 pelung bersih NTT tidak dapat di manfaatkan dengan baik, bahkan sala satunya di selamatkan tiang gawang, hingga akhir babak kedua skor tetap imbang kaca mata dan harus di akhiri dengan derama adu penalty.

Saat adu penalty dua algojo pertama masing-masing tim sukses dengan sempurna di awali oleh penendang dari Aceh, penendang kedua baik aceh juga NTT sama-sama gagal, kembali penendang ketiga kedua tim sama-sama masuk dengan sempurna, pertarungan semakin greget saat penendang ke 4 Aceh masuk dan penendang NTT gagal, suara penonton semakin gemuruh meramaikan suasana, kembali untuk tendangan ke 5 Aceh yang harus gagal dan NTT yang masuk dan skor pun imbang 3-3 sehingga wasit kembali mengundi untuk tendangan penentu.

Saat undian NTT memilih mengeksekusi tendangan dan Acen harus berharap penjaga gawangnya mampu menggagalkan tendangan itu, Kapten NTT Kaderisman Sogo yang mengeksekusi tendangan penentu itu mengarakan bola ke sisi kiri gawang Aceh dan berhasil mengelabui penjaga gawang dan gol pun tercipta.

Akhirnya Aceh harus mengakui kegigihan dan semangat juang anak-anak NTT dengan skor 4-3 dan mengubur mimpi mereka melaju ke final hanya sampai di 16 besar sekaligus memastikan NTT melaju ke 8 besar.

NTT vs Jawa Barat

Usai laga melawan Aceh, beberapa pemain inti sempat drop lantaran jadwal pertandingan yang padat, dengan kualitas pemain cadangan yang kurang seimbang sehingga 11 pemain inti terus di paksa bermain tanpa ganti di setiap laga.

vs jawa barat
PRESTASI: Kapten NTT, Kaderisman Sogo bersama Kapten Jawa Barat saat mendengar arahan wasit. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Senin siang (16/11/2015) menghadapi Jawa Barat, anak-anak NTT tetap enjaoy walau para pemain dalam kondisi tidak fit, sempat meladeni permainan Jawa Barat di 15 menit babak pertama, akhirnya penalty yang di berikan wasit pada Jawa Barat membuyarkan konsentrasi anak-anak NTT.

Hamdan yang gagal menghalau penalty itu sangat tertekan dan merasa bersala sehingga mempengaruhi konsentrasi dan performanya, walhasil keseimbangan tim terganggu dan permainan anak-anak NTT jadi berantakan.

Samapi akhir babak partama ini anak-anak Jawa Barat yang unggul segala-galanya baik postur yang tinggi besar di dukung skil di atas rata-rata di tambah koordinasi tim yang sudah sangat padu menjadikan Jawa Barat mudah mencetak 2 gol tambahan sehingga unggul denga skor 3-0.

Setelah tertinggal 0-3 dengan kondisi fisik pemain yang semakin terkuras, pelatih NTT Mahdi Ibrahim berikan kesempatan pada pemain-pemain yang belum sempat bermain untuk turun pada kesempatan ini, walhasil sampai wasit meniup pluit panjang berahir pertandingan anak-anak Jawa Barat berhasil mencetak 3 gol tambahan dan memastikan laju ke semi final dengan skor 6-0.

“Kami bangga kalah dengan Jawa Barat, tim yang akhirnya keluar sebagai juara, ini prestasi luar biasa yang baru di pecahkan khususnya di persepak bolaan NTT, yang perlu di catat adalah anak-anak Alor luar biasa, tidak punya rasa takut dan selalu bermain gotot” ujar asisten pelatih, Muhlis Lapetonung setelah usai partai final Jawa Barat vs Kalimantan Tengah yang di menangi oleh Jawa Barat 3-0.