Mansur Bakri Samah: Guru Harus Memiliki Kemauan dan Kreativitas

Mansur Bakri Samah
KURIKULUM 2013: Mansur Bakri Samah saat menyampaikan materi Implementasi Kurikulum 2013 kepada guru-guru MTs sedaratan Alor. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Teluk Mutiara, ALORDAILY** Tahun ini merupakan tahun dimana di gencarkan penerapan Kurikulum 2013, yang mana sebagai acuan dalam proses pembelajaran sehingga sebagai suatu program, kurikulum tidak akan bermakna jika tidak di tuangkan dalam bentuk pembelajaran, tentunya dalam pembelajaran itu guru memegang peran utama dalam pengimplementasiannya.
Oleh karenanya kualitas dan mutu suatu pendidikan, tergantung kualitas dan kemampuan seorang guru, sehingga tanpa mengesampingkan persoalan yang lain guru menjadi persoalan penting yang harus di selesaikan guna mencapai target pendidikan yang bermutu.
“Peran guru sangat fital sekali, seorang guru di tuntut professional dalam arti memang betul-betul memiliki kompetensi dalam implementasi, kemampuan untuk kembangkan kreatifitasnya dan inovatif dalam pembelajaran, tidak sekedar memiliki kualifikasi pendidikan pada suatu mata pelajaran”, jelas pemerhati pendidikan Alor, Mansur Bakri Samah kepada Alor Daily di selah waktunya saat mengisi materi implementasi kurikulum 2013 pada MGMP guru-guru MTs se daratan alor di Aula MTsN Kalabahi, selasa (27/10/2015).
Ia melanjutkan, mengacu pada kurikulum 2013 seorang guru harus bisa menrencanakan suatu proses, menganalisis harapa-harapan yang di tuangkan dalam perencanaan dan mengimplementasikan ke dalam pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang di ajarkan, oleh karenanya guru harus menyusun seluruh prangkatnya terlebih dahulu sehingga dalam proses pembelajaran seorang guru di harap tidak keluar dari perencanaan yang telah di buat dan mencapai tujuan pendidikan yang di harapkan.
Pada kenyataannya di Kabupaten Alor dari sekian banyak guru baik PNS maupun Honorer kemampuan menyusun prangkat mulai dari merencanakan sampai pada evaluasi sangat minim sekali, masih menjadi persoalan di dunia pendidikan Kabupaten Alor , Pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkain sudah berusaha melakukan sosialisasi dan diklat kepada para guru, namun kembali lagi pada kemauan dan usaha guru itu sendiri untuk mau meningkatkan kemampuan dan berkreasi.
“Ada tiga jeni guru yang menjadi kendala proses implementasi K13, yang pertama guru yang memiliki kemauan namun tidak memiliki kreatifitas, Yang kedua guru yang memiliki kreatifitas namun tidak memiliki kemauan, dan yang ke tiga guru yang tidak memiliki kreatifitas dan kemauan sehingga dalam menerapkan kurikulum 2013 dalam hal ini menyusun perangkat pembelajaran guru yang bersangkutan tidak akan maksimal dan bisa tidak menjalankannya”, ujar Mansur.
Ia lantas memberikan solusi, bagi guru yang minim kemauan maka harus terus di motivasi, sehingga peran orang-orang terdekat terutama kepala sekolah sagat menentukan, begitu juga dengan guru yang minim kreatifitas harus terus di bentuk baik melalui diklat-diklat ataupaun MGMP khususnya di sekolah tersebut.
Oleh karena itu di butuhkan guru yang tidak hanya pandai dan ahli dalam mata pelajaran tertentu tapi guru yang memiliki kemauan dan kreatifitas dalam mengimplementasikan perencanaan ke dalam bentuk pembelajaran, guru yang berani berinovasi agar tujuan yang di harapkan dapat di capai dengan optimal.