Mukhtar Fatahudin Likur: Gotong Royong, Kunci Majunya Perekonomian Alor

JAGA PRANATA - Pemerhati masalah kealoran, Mukhtar Fatahudin Likur, dalam kegiatan keagamaan MTs Negeri Kalabahi. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)
JAGA PRANATA – Pemerhati masalah kealoran, Mukhtar Fatahudin Likur, dalam kegiatan keagamaan MTs Negeri Kalabahi. (Foto: Muhammad Zubair Fakro)

Teluk Mutiara, ALOR DAILY ** Kabupaten Alor membutuhkan sentuhan dan aksi nyata banyak pihak, terutama perekonomiannya. Berbagai macam hal positif dapat dilakukan, terutama untuk mengolah potensi sumberdaya alam yang ada. Gotong royong antar-warga menjadi kunci semua itu.

“Masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kegotong-royongan akan menumbuhkan relasi sosial erat, meski ada kompetisi bisnis. Karakter bangsa kita yang tidak anti-sosial sebaiknya terus dipertahankan, di tengah gempuran budaya asing yang individualistis melalui media,” ujar pemerhati masalah kealoran, Mukhtar Fatahudin, kepada Alor Daily, Minggu (27/9/2015).

Ia menjelaskan, meski Kabupaten Alor tidak seramai Kupang, media televisi dan internet sangat berpengaruh pada tata sosial-budaya warga. Sedapat mungkin, masyarakat Alor terus menjaga nilai-nilai luhur tentang saling membantu dan saling mendukung.

“Potensi sumberdaya alam yang belum terolah maksimal di Alor, berpotensi melahirkan konflik horizontal, akibat persaingan usaha. Hal tersebut dapat diantisipasi dengan menjaga dialog antar-warga, terutama soal kepentingan bersama, misalnya konservasi lingkungan,” tutur pengajar MTs Negeri Kalabahi tersebut.

Tidak dapat dielakkan, pada zaman globalisasi seperti sekarang, keterhubungan Alor dengan dunia luar menjadi sangat mudah. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi potensi bagus bila digarap dengan benar. Sebaliknya, globalisasi akan berpengaruh negatif, bila masyarakat justru turut pola asing, tanpa menyaringnya dengan tepat.

“Misalnya, sosial media. Sekarang ini, banyak sekali pengguna Facebook di Alor. Sebagian kecilnya, menggunakan Twitter dan Instagram. Hanya dengan smartphone, siapa pun dapat menawarkan barang yang ia punya,” terang Ustad Zaka, begitu ia biasa disapa.

Kebersamaan sebagai warga Alor, sambungnya, akan mampu melahirkan soliditas. Bila telah solid, transaksi bisnis yang ada tidak kemudian saling merugikan sesama warga Alor. Hasrat memperkaya diri sendiri akan hilang dengan sendirinya, karena sebuah daerah tidak akan maju bila partisipasi ekonomi tidak terjadi.

Pentingnya Kewirausahaan

Ustad Zaka mengungkapkan, Kabupaten Alor membutuhkan generasi muda yang penuh kreativitas dan memiliki sense of entrepreneurship tinggi. Kedua hal tersebut saling berkaitan, untuk membangun kemandirian sikap dan ekonomi.

“Wirausaha itu penting. Terutama anak muda, harus terus berkreasi. Banyak hal dapat dilakukan. Mulai dari berjualan makanan sampai menulis buku. Transaksi sebagai ruh perekonomian harus tercipta sebanyak mungkin. Sampaikan kepada seluruh dunia, Alor memiliki potensi besar untuk maju. Alor layak didatangi siapa pun,” ucapnya.

Kewirausahaan dapat diperkenalkan dan dipraktikkan melalui institusi pendidikan, pertama-tama. Selanjutnya, lembaga pemerintahan juga mampu mengkreasi program yang berbasis kewirausahaan. Semua alokasi dana dapat dianggap stimulan untuk melahirkan transaksi menguntungkan bagi daerah.

“Apalagi sebenarnya, banyak warga Alor yang kini tengah merantau. Kekuatan mereka bila berkumpul dalam sebuah jaringan terorganisasi akan memberi titik ungkit luar biasa pada perekonomian Alor. Nah, itulah kebersamaan sebagai daya dukung maju-tidaknya perekonomian sebuah daerah,” pungkasnya.